Bupati Bintuni Yohanis Manibuy Dorong Pemuda GKI Jadi Pelaku Perubahan di Tanah Papua

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 70

“Yohanis Manibuy: Pemuda GKI Harus Mandiri, Berkarakter, dan Berdampak bagi Tanah Papua”

BINTUNI, inspirasipapua.id — Generasi muda gereja tidak cukup hanya bertumbuh dalam iman. Mereka juga harus mampu membangun kemandirian, menunjukkan kepedulian terhadap sesama, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Iman, pada akhirnya, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pesan itu disampaikan Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, saat membuka Rapat Kerja (Raker) I Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Generasi Muda (FGM) Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis (29/10/2026).

Di hadapan peserta dari berbagai daerah di Tanah Papua, Yohanis menekankan pentingnya membentuk generasi muda yang mandiri, berkarakter, peduli terhadap sesama, serta siap berkontribusi bagi daerah dan bangsa. Menurut dia, pemuda gereja harus mampu menerjemahkan nilai-nilai iman ke dalam karya, pelayanan, dan tanggung jawab sosial.

Bagi Yohanis, pembangunan tidak semata-mata berbicara tentang jalan, gedung, atau berbagai fasilitas fisik. Pembangunan juga menyangkut kualitas manusia yang kelak menentukan arah masa depan daerah. Karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan agar memiliki karakter yang kuat, kepedulian sosial, dan keberanian mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.

Raker yang mengusung tema “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja, Mewujudkan Keadilan, Perdamaian dan Kesejahteraan” serta subtema “FGM GKI Bergerak untuk Menjadi Teladan dalam Iman, Peduli dalam Karya dan Berdampak bagi Tanah Papua” itu dinilai relevan dengan tantangan generasi muda gereja saat ini.

Yohanis berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai pertemuan organisasi atau sekadar menyusun agenda kegiatan. Rapat kerja harus menghasilkan program yang konkret, terarah, dan berkelanjutan, terutama program yang mendorong kemandirian pemuda, memperkuat pelayanan gereja, serta menjawab kebutuhan masyarakat.

“Semangat kasih Kristus tidak boleh berhenti di ruangan ini, tetapi harus hidup dalam setiap karya dan pengabdian kita,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Pesan tersebut menempatkan pemuda gereja bukan hanya sebagai penerima pembinaan, melainkan juga sebagai pelaku perubahan. Mereka diharapkan hadir di tengah masyarakat, peka terhadap persoalan sosial, serta mampu membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Menurut Yohanis, gereja dan generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Pemerintah membutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk pemuda yang memiliki integritas, semangat pelayanan, dan kepedulian terhadap masa depan bersama.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan masyarakat, ia menyambut para peserta Raker I DPP FGM GKI di Tanah Papua. Ia berharap suasana persaudaraan selama kegiatan berlangsung dapat memperkuat kebersamaan sekaligus menghasilkan keputusan yang berguna bagi organisasi dan masyarakat.

Melalui rapat kerja ini, FGM GKI di Tanah Papua diharapkan mampu memperkuat kemandirian organisasi dan melahirkan generasi muda yang tidak hanya teguh dalam iman, tetapi juga terampil berkarya, peduli terhadap sesama, serta berani mengambil tanggung jawab dalam pembangunan.

Sebab, masa depan Tanah Papua tidak hanya ditentukan oleh apa yang dibangun hari ini, tetapi juga oleh karakter, kepedulian, dan pengabdian generasi muda yang akan melanjutkannya.

(MA/Inspirasi Papua)

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *